Beranda > Backpacking yuk mari > Solo Surga Kuliner

Solo Surga Kuliner


“Aku tunggu di Utara Tirtonadi,” pesan terakhir Yusuf sebelum kutemui dia di dekat tempat taksi banyak mangkal. Yusuf adalah temanku yang aslinya dari Sukoharjo, sekitar 20 km arah Tenggara Solo. Aku diantar menuju Tourist Information Center, di belakang Museum Radya Pustaka (Jl Slamet Riyadi, sebelah Sri Wedari) untuk bertanya beberapa tempat wisata, penginapan, dan calendar event 2011. Mereka cukup baik memaparkan Solo dan dalamannya, tidak sekedar, “Lihat saja di petanya sudah lengkap, kok.”

Ada dua peta kota Solo dengan kerumunan informasi di dalamnya. Tapi ada satu yang kurang: peta kuliner. Banyak artikel yang bilang, di Solo itu enaknya wisata kuliner, ada Serabi Notosuman, wedangan, intip, dll. Namun, dalam peta ini hanya ada tebaran “food stall” atau wedangan yang disimbolkan dengan gerobak beroda dua tanpa kuda.

Wedangan bagi orang Jogja lebih dikenal sebagai Angkringan. Isinya sama-sama ada nasi kucing (nasi bungkus yang isinya hanya beberapa suap nasi dan lauk seadanya, antara lauk dan nasi biasanya disekat dengan potongan daun pisang), kopi, gorengan (tahu, tempe, bakwan, dll), sate (telur puyuh, usus, dll), dan banyak pilihan lain.

Berbeda dengan kopi di banyak daerah di Jawa Timur, sajian kopi di wedangan adalah dengan gelas seperti gelasnya babeh-babeh di film Si Doel, sedangkan kalau di Jawa Timur (paling tidak Kertosono, Pacitan, Ponorogo, dan Kediri) gelasnya kecil-kecil seperti gelas di film-film Cina. Mungkin tidak sampai 100 ml segelasnya. Atau versi lainnya adalah dengan gelas belimbing ukuran 200 ml.

Beda di wedangan, gelasnya pakai yang ukuran 300 ml. Mungkin dalam hati si penjaja, “Biar puas minumnya, Mas.” Harga yang berlaku standar kaki lima: gorengan Rp 500, nasi kucing Rp 1.000 – Rp 1.500, kopi Rp 2.000 – Rp 2.500 (up date Februari 2011). Harga tergantung tempat wedangannya di mana dan dengan bahasa apa kita bertanya harga =)

Serabi Notosuman biasa dijadikan orang-orang sebagai buah tangan. Namanya lumayan tenar buat orang Solo. Plang gerai Serabi Notosuman tidak hanya bisa didapat satu. Mungkin karena namanya sudah tenar, yang lain ikut-ikut pakai nama Serabi Notosuman, atau mungkin juga memang dia bikin cabang. Kalau kata Yusuf, rasanya sih sama saja, tapi aslinya buka gerai ya di Jalan Notosuman. Jalannya agak masuk gang kecil. Karena lumayan ramai, aku malas antri, jadi batal membeli. Apalagi waktu Yusuf bilang, di situ tidak bisa makan di tempat. Ada sih tempat, tapi di pinggir selokan depan gerai. Ogah.

Kalau mau nasi pecel, tinggal cari di pinggir jalan. Aku mampir di salah satu warung di dekat Sri Wedari. Komposisinya standar: nasi dan sedikit mie kuning dibalur dengan bumbu kacang lalu dipermanis dengan separuh telur pindang dan beberapa potong timun. Yang agak berbeda adalah sambal kacangnya yang masih berupa potongan-potongan kacang kasar. Aku tanya, “Di sini memang sambal kacangnya kasar begini, ya Bu?” Dia mengangguk santai. Sepiring itu harganya Rp 4.000.

Satu lagi yang unik: intip. Bentuknya seperti mangkuk besar, tersusun dari nasi kering yang digoreng di minyak panas. Aku tidak membelinya karena malas bawa oleh-oleh sebesar itu. Jadi tidak bisa mendeskripsikan rasanya dan harganya. Tapi yang jelas, intip ini mudah sekali ditemui, termasuk di pasar klewer, indikator bahwa banyak orang yang mencarinya.

Beberapa makanan khas Solo lain yang katanya khas tapi belum kucoba: Sate Landak, Selat Solo, Susu Murni ShiJack, Timlo Solo, dan Sate Buntel.

Beberapa Losmen yang bisa dipilih untuk menginap adalah Griya Mekar Sari (0271-714894) di Jl Slamet Riyadi no 530, dekat Stasiun Purwasari. Dia punya lebih dari 30 kamar dengan beberapa variasi harga. Untuk satu kamar dengan 1 kasur besar, kamar mandi dalam, fan, serta 2 porsi roti isi dan 2 gelas teh di pagi hari diberi harga Rp 75.000.

Hotel Kota juga bisa dijadikan pilihan. Namanya memang “Hotel Kota”, bukan hotel-hotel yang di kota. Letaknya di Jalan Slamet Riyadi 125, antara Pasar Klewer dan Sri Wedari. Puluhan kamar juga dimilikinya. Satu kamar dengan 2 kasur kecil, kamar mandi dalam, fan, TV, washtafel, serta 2 porsi roti isi telur dan 2 gelas teh di pagi hari diberi harga Rp 88.000. (foto: FB Kota Solo)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: