Beranda > Backpacking yuk mari, Kehidupanku > “Serasa Berada di LN Padahal Di Pare”

“Serasa Berada di LN Padahal Di Pare”


FOTO-FOTO ENGLISH LOGAT JAWA
Orang Bilang Kampung Inggris

Denah Lokasi

Welcome To English Village

English

Oxford

Suasana Jalan Kampung Pare

Jalanan Pare

Proses Belajar


Belajar

DI WARUNG KECIL yang jualannya gak jauh-jauh dari tahu-tempe-telur, ada anak muda lokal –maksudnya lokal Indonesia, kan muka sama setelannya ketebak tuh- ngobrol pakai Bahasa Inggris. Gak lama kemudian, datang kawannya ngajak ngobrol Bahasa Arab. Dia nyahut juga. Pas selesai makan, dia pamit cabut sama ibu penjaga warung “Suwun nggih, Bu… Itu bukan cerita bohongan. Yang lebih edan lagi, itu bukan kejadian di kota yang biasanya tingkat penguasaan bahasa asingnya lebih oke. Itu ada di Pare, nama sebuah kecamatan yang masuk wilayah Kediri, Jawa Timur.

Di sini ada ribuan orang yang belajar bahasa asing, utamanya Inggris, makanya dibilang Kampung Inggris atau Kampung
Bahasa.Awalnya, sekitar tahun 1970-an,ada seorang kiai yang menguasai sembilan bahasa, namanya Kiai Ahmad Yazid. Salah
satu muridnya bernama Kalend Osein yang kemudian buka kursusan yang sekarang jadi kursusan tertua dan terbanyak muridnya:BEC (Basic English Course) pada tahun 1977.Makin banyak kursusan berarti makin banyak murid. Makin banyak murid berarti makin banyak perlu kosan dan tempat makan . Perbanyakan itu masih berlangsung sampai sekarang.Nama Pare sendiri ada sejarahnya.Waktu zaman Majapahit dulu, Pare sering jadi tempat palerenan alias istirahat. Mungkin kepanjangan kalau ngomong palerenan, akhirnya disingkat jadi Pare.Buat yang biasa tinggal di kota-kota besar, wilayah pertanian kayak Pare ini bisa bikin tenang. Pemandangan esmud naik BMW berubah jadi santri berpeci dan bersarung naik ontel. Semuanya jadi serba sederhana.Jalan utama dari sentra kursusan Pare adalah Jalan Anyelir. Persaingan terasa
kental di sepanjang jalan ini. Kadang muncul kursusan baru, setahun kemudian hilang, ada yang baru lagi, hilang lagi. Tempat makan harus murah kalau mau bertahan di Anyelir. Kosan juga harus jaga kualitas, punya harga bersaing, dan kalau bisa punya kelebihan dibanding kosan lain. Itu kalau mau bertahan di Anyelir. Begitu sesaknya Anyelir.Kebanyakan ke Pare memang mau belajar Bahasa Inggris, tapi di sini juga ada lembaga kursus Bahasa Arab, Jepang, Mandarin, dan Korea. Banyak juga loh kursus komputer, kursus menjahit, sampe kursus nyetir juga ada.

NAMA PARE SENDIRI ADA
SEJARAHNYA. WAKTU ZAMAN MAJAPAHIT DULU,
PARE SERING JADI TEMPAT
PALERENAN ALIAS ISTIRAHAT
Kursusan
Ada puluhan kursusan di Pare, dari yang cuma punya satu ruang belajar sampai yang punya belasan, dari yang gurunya cuma satu sampai yang punya puluhan, dari yang baru berumur beberapa bulan sampai yang puluhan tahun, dari yang duduknya lesehan di bilik bambu sampai yang model kelas standar kuliahan. Untungnya mereka punya kesamaan, sama-sama buka kelas tiap tanggal 10 dan 25.Banyaknya kursusan ini bakal membingungkan siswa yang baru datang dan belum tahu apa-apa tentang Pare. Baru jalan sebentar, nemu plang kursusan baru lagi, jalan sebentar lagi, nemu lagi. Apalagi kalau ke Pare mau belajar apa, wah, makin bingung Tak-tik pemilihan kursusan itu bagusnya mempertimbangkan dua hal: target capaiannya apa sama rencananya berapa lama di Pare. Setelah itu, baru deh ada pilihan yang makin sempit. Di Pare gak ada badan khusus yang menentukan kursusan X itu yang paling bagus.Tapi omongan yang beredar sudah cukup kok buat jadi pegangan.Beberapa contoh omongan yang beredar: Kalau mau belajar ngomong ya di Daffodils. Kalau mau belajar Pronunciation itu di Marvelous atau Eminence. Mau bisa Grammer itu ke Kresna, Smart, atau Elfast. Mau kegarap semuanya, bisa masuk BEC, tapi di BEC ini perlu waktu sekitar 6 bulan.Setelah milih kursusan, sekarang milih program apa yang diambil. Tiap kursusan di Pare punya beberapa program, tapi gak jauh-jauh dari ini: speaking, pronunciation, grammer, vocab, TOEFL, IELTS, writing, dan translation.Speaking itu belajar ngomong. Pronunciation itu belajar pengucapan yang benar. Grammer itu belajar aturan-aturan bahasa tulis. Vocab itu memperbanyak perbendaharaan kata. TOEFL dan IELTS itu buat yang mau ningkatin skor. Writing itu buat yang mau belajar menulis in English. Translation itu belajar ngartiin teks berbahasa Inggris.Sering kali, tiap program dipecah jadi beberapa, misalnya speaking 1, speaking 2, atau malah ada vocab 1, vocab 2, vocab 3, vocab 4. Itu mah suka-suka pemilik kursus sannya aja. Makin tinggi angkanya berarti makin tinggi juga levelnya.
Pemilihan program itu tergantung dari berapa lama kita mau di sana. Katakanlah mau fokus ningkatin skor TOEFL. Kalau punya waktunya cuma sebulan, ya bisa langsung ambil program TOEFL yang kerjaannya scoring (ngerjain soal TOEFL) terus. Kalau punya waktu dua bulan, bisa ambil PreTOEFL dulu sebelumnya. Kalau punya tiga bulan, bisa ambil program basic grammer di bulan pertama, sebelum masuk ke PreTOEFL dan TOEFL. Waktu yang kita punya itu pengaruh banget sama program yang mau diambil
Beberapa kursusan punya program yang sering laris manis, jadi mendingan daftar beberapa hari sebelum mulai masuk
kelas. Tapi ada juga program yang sepi peminat, malah kadang kelasnya dibatalin dan duit dibalikin karena muridnya terlalu sedikit. Gak balik modal, brur.Amannya sih, hubungi dulu kursusannya (mayoritas kantor kursusan pakai
telepon buat komunikasi, bukan email),booking duluan, kalau perlu transfer uangnya. Jadi pas ke Pare gak perlu kuatir kehabisan kursi.Biaya kursus bervariasi, tergantung kursusan, lamanya kursus, dan seberapa bagus programnya.
program speaking 1 bulan (sehari 2 kali masuk) harganya rata-rata Rp 100 ribu – Rp 175 ribu. Program grammer 1 bulan (sehari 2/3 kali masuk) harganya Rp 100 ribu – Rp 200 ribu. Biasanya, orang ngambil minimal 2 program sehari, itu berarti dia punya sekitar 5 kelas sehari.
Kosan
Kosan ada dua jenis, English Area (EA; atau kadang disebut camp) dan non-EA (kosan biasa). Bedanya, satu, EA wajib pakai Bahasa Inggris di lingkungan kosan. Ada EA yang tegas sampai kasih sanksi sekian rupiah buat yang ngomong Bahasa Indonesia, ada juga yang gak tegas sama sekali.Dua, di EA ada tutor yang stand by dijadikan tempat bertanya penghuni kos dan juga ada program regular yang biasanya itu habis subuh dan malam. Tiga, EA lebih mahal (Rp 200 ribu – Rp 400 ribu per bulan) dibanding Non-EA (Rp 100 ribu – Rp 200 ribu). Empat, privasi di EA lebih gak terjaga.Kosan Non-EA kebagi dua jenis juga.
Ambil contoh Kosan Trijaya di Jalan Anyelir. Dia punya 26 kamar yang rata-rata berukuran 2,75 x 3 m, di dalamnya ada kasur dan lemari. Sistem penyewaannya itu perkamar, bukan per orang. Dan harus disewa bulanan, gak boleh cuma dua minggu.Harga kamar macam-macam, antara Rp 250 ribu sampai Rp 350 ribu. Maksimal 2 orang dalam 1 kamar. Selain biaya kos, ada juga biaya buat indovision, air minum, gas, dan iuran RT, itu total Rp 25 ribu/kepala/bulan.
Perlu Duit Berapa?
Coba aja dikalkulasi, yang jelas pengeluaran utamanya itu buat uang kursus, kosan, sama makan. Katakanlah dia ambil
rata-rata. Kursus Rp 300 ribu, kosan Rp 150 Pertama,ribu, makan Rp 360 ribu, jadi totalnya Rp 810 ribu per bulan Kalau dia mau sewa sepeda berarti nambah lagi antara Rp 50 ribu – Rp 80 ribu. Kalau suka dandan berarti tambah lagi uang
bedak. Kalau suka nelepon pacarnya di Perancis, nambah uang interlokal. Kalau suka pelihara iguana, berarti nambah uang pelihara iguana.

TIGA AKSES UTAMA menuju Pare itu lewat Jombang, Kediri, dan Malang. Buat yang pakai pesawat, bisa cari penerbangan ke
Bandara Juanda (Surabaya), naik Damri ke Terminal Bungurasih (Rp 25.000), lanjut ke Kediri atau bisa langsung ke Pare, naik Bus Rukun Jaya, Rp 25.000 (turun di perempatan Tulungrejo).

Dari Jakarta:
-Kereta ekonomi Brantas, Rp 45.500, 16 jam; pk 15.45 dari Stasiun Tanah Abang.-Kereta ekonomi Matarmaja, 15 jam; pk
13.55 dari Stasiun Senen.-Kereta bisnis Senja Kediri, sekitar Rp 200.000, 13 jam; pk 15.00 dari Stasiun Senen.
-Bus Lorena atau Rosalia Indah.
2. Dari Bandung :
-Kereta ekonomi Kahuripan, Rp 35.000, 16 jam; pk 19.15 dari Stasiun Padalarang.-Kereta ekonomi, bisnis, eksekutif Malabar, 14 jam; pk 15.30 dari Stasiun Bandung.
3. Dari Jogja:
Kereta ekonomi Kahuripan, Rp 24.000, enam jam; 5.10 naik dari stasiun Lempuyangan.
4. Dari Semarang:
Kereta ekonomi Brantas, Rp
30.000, 7 jam; dari Stasiun Poncol

Menuju Jombang
1. Dari Jakarta:
– Kereta ekonomi Gaya Baru Malam Selatan, Rp 35.000, 15 jam; pk 12.12 dari Stasiun Pasar Senen.
– Kereta bisnis Bangunkarta, 14 jam; pk 16.00 dari Stasiun Pasar Senen.
– Bus ekonomi Jakarta-Solo, Rp 80.000, 12 jam, lanjut bus ekonomi Solo-Surabaya (turun Jombang), Rp 23.000, 5 jam.
2. Dari Bandung:
– Kereta ekonomi Pasundan, Rp 42.000, 15 jam; pk 7.30 dari Stasiun Kiara Condong. Risikonya, gak ada angkutan umum Jombang-Pare di atas jam 8 malam.- Kereta bisnis Mutiara Selatan, Rp 165.000
sampai Rp 175.000, 12 jam; pk 17.00 dari Stasiun Bandung.
3. Dari Jogja:
– Kereta ekonomi Gaya Baru Malam Selatan, 6 jam; pk 21.32 dari Stasiun Lempuyangan.
– Bus Ekonomi, Rp 30.000, 6 jam, berangkat tiap jam.
4. Dari Semarang:
Bus eksekutif Semarang-Solo (Rp
20.000, 2 jam) lanjut Bus ekonomi SoloJombang (Rp 23.000, 5 jam)

Menuju Malang

1. Dari Jakarta:
Kereta ekonomi Matarmaja, Rp
51.000, 19 jam; pk 14.00 dari Stasiun Senen.
2. Dari Bandung:
Kereta Malabar Ekspres, 17 jam; pk
15.30 dari Stasiun Bandung

Menuju Pare 1. Dari Kediri (25 km):
– Dari stasiun: naik becak dulu ke Kantor Pos Kediri (paling mahal Rp 10.000, 10 menit), lanjut naik Colt jurusan Kediri-Pare (ada tanda huruf P di depan), 1 jam, Rp 7.000.
– Dari terminal: Bus Puspa Indah jurusan Kediri-Malang (bilang turun di BEC), 1 jam, Rp 5.000. Atau naik colt seperti di atas.
2. Dari Jombang (30 km):
– Dari stasiun: naik becak atau jalan ke lampu merah (depan kampus AMIK Jombang), lanjut naik bus Harapan Jaya atau
Surya Indah (jurusan Surabaya – Kediri/
Trenggalek ; bilang turun Perempatan Tulungrejo), 1 jam, Rp 6.000.
– Dari terminal: Colt jurusan Jombang-Pare,
1 jam, Rp 8.000.
3. Dari Malang (80 km):
Bus Puspa Indah jurusan Malang-Kediri, 3 jam, Rp 15.000.
Note: di Pare, tempat turun yang enak itu di Garuda Park (semacam tugu di perempatan), masjid An-Nur, BEC, Lampu Merah
Tulung Rejo, atau Pasar Tulung Rejo. Dari tempat-tempat ini ada becak, nego aja, tarif antara Rp 3.000 – Rp 8.000 tergantung kos atau tempat kursus tujuan.

Rekomendasi Kosan
English Area/camp (ada tutor dan program pagi malam):
Rp 200.000 – Rp 400.000/orang/bulan. Beberapa pilihan:
1. Logico (Jl Brawijaya 20; mepet kursusan Logico), khusus perempuan, 30 kamar (@ 1-5 orang, tergantung ukuran kamar), Rp 195.000/orang. Recommended buat perkuat TOEFL dan Grammer.
2. Elfast (Jl Kemuning; mepet gedung Elfast), khusus laki-laki, 14 kamar (@ 4 orang), Rp 200.000/orang. Ruangan luas, kasur satu orang satu. Highly recommended perkuat TOEFL dan Grammer.
3. Alfalfa (Jl. Gelagah), 2 camp lelaki, 1 camp perempuan, Rp 220.000/orang, include wifi, Indovision, Jawa Pos. Highly recommended perkuat speaking.
4. Eminence (Office: Jl Kemuning), 5 camp lelaki dan perempuan, Rp 450.000 Recommended perkuat speaking.
5. Access-es (Jl Dahlia 26), 7 camp lelaki dan perempuan, Rp 550.000/orang (lebih mahal karena dapat 4 program). Recommended perkuat speaking.
6. Adawiyah (Jl Anyelir; dekat Mahesa), khusus perempuan, 14 kamar (@ 2-3 orang), Rp 150.000/orang. Ada biaya tambahan buat yang bawa peralatan listrik.
Non-English Area:
Rp 100.000 – Rp 200.000/orang/bulan. Beberapa pilihan:
1. Trijaya (Jl Anyelir), khusus lelaki, 26 kamar, Rp 250.000 – Rp 350.000/kamar. Satu kamar bisa diisi 2 orang. Ada biaya tambahan Rp 25.000/orang/bulan untuk indovision, air minum, dan gas.
2. Saigone (Jl Dahlia; dekat Kresna dan Access), khusus lelaki, sekitar 40 kamar (@ 2-3 orang), Rp 450.000/kamar. Tempat sangat bersih.
3. Bali House (Jl Dahlia; dekat Kresna dan Access), khusus perempuan, 5 kamar (@ 4 orang), Rp 175.000/orang.
4. LMA (Jl Brawijaya 4; pinggir jalan besar, dekat pertigaan Jl.Anggrek), khusus perempuan, 11 kamar (@ 2-3 orang, kalau lagi rame bs lebih), Rp 100.000 – Rp 150.000/orang. Bawa laptop kena Rp 25.000/bulan. Harus sewa sepeda di sini (Rp 70.000/bulan).

Total ada 50 kursusan di Pare, tapi banyak yang timbul dan tenggelam. Berikut beberapa yang ternama:
1. BEC. Recommended buat yang betul-betul dari nol dan punya waktu lebih dari 6 bulan.
Pendaftarannya ada jadwal khusus dan biasanya rebutan.
2. Daffodils. Juaranya speaking. Kelas unggulannya Public Speaking. Salah satu ownernya
(Indah) yang juga ikut mengajar sekaligus pemilik Camp Alfalfa, pernah jadi wakil Indonesia
dalam Toastmasters International.
3. Elfast (saudaraan dengan Logico). Recommended buat grammer. Kelas unggulannya writing
dan translation.
4. Kresna. Recommended buat grammer. Kelas unggulannya Planet English.
5. Smart. Recommended buat grammer. Ada placement test sebelum masuk.
6. Mahesa. Dulu ini kursusan top, tapi terlihat makin kurang peminatnya. Pemilik Mahesa yang
awal mencar bikin kursusan sendiri-sendiri.
7. Marvelous. Recommended buat pronunciation. Ownernya (Tantowi) yang juga ikut mengajar, pernah di Amerika 5 tahun.

Hunting Santapan Makanan
Ketan

Pecel

Es Tebu

Penjual Es Tebu

Gak ada makanan yang bener-bener khas Pare. Biasa aja, kayak makanan yang ada di Jawa Timur pada umumnya. Yang gak biasa di sini adalah, harganya murah banget!Dan ada beberapa jenis penganan
yang di sini jauh lebih gampang dapatnya, misalnya pecel dan ketan.
Ketan
Mau yang pakai susu apa yang pakai bubuk kedelai? Dua pilihan itu sama-sama harganya cuma Rp 1.500 sepiring kecil atau
Rp 3.000 sepiring besar (mirip porsi makan siang). Isinya simple banget, cuma ketan biasa terus dikasih susu kental manis di atasnya. Biasanya orang pesan yang porsi kecil karena rasanya gimana gitu kalau makan ketan pagi-pagi sepiring besar. Ketan ada dari pagi sampai sore. Sayangnya, gak ada yang jual di daerah Anyelir. Adanya di dekat Daffodils. Warungnya itu di tengah sawah yang biasa ditanami jagung. Bonusnya, sambil makan ketan bisa dapat
angin semilir khas Pare.Sebetulnya buka warungnya jam 6 pagi, tapi kadang sebelum itu orang sudah banyak yang antri, jadi ibu pemilik warungnya gak tega mungkin ya, akhirnya sering dibuka lebih awal.

Pecel
Makanan yang satu ini Jawa banget.Nasi ditabur sayuran, lalu dilumeri sambal kacang. Biasanya dimakan bareng tahu
tempe dan kerupuk rempeyek. Satu piring berkisar antara Rp 2.500 sampai Rp 4.000.Hampir tiap rumah makan jual pecel.
Di beberapa warung makan, ada sambal tumpangnya. Sambal tumpang ini beda-beda tipis sama sambal pecel. Kalau sambal pecel, bahan utamanya kacang tanah, kalau sambal tumpang pakai kacang kedelai.Walaupun gak seterkenal pecel Madiun, pecel di Pare ini ramai juga peminatnya. Kelihatannya karena lima hal, pertama murah! Kedua, murah. Ketiga, murah. Keempat, karena si pemilik warung mau bikin pecel.Kelima, karena si lapar mau pesan pecel.

MENU LAIN
Selain semua jajanan di atas itu, adambeberapa lagi yang oke untuk dicoba:
1. SATE BEKICOT
Wajar ya, di sini kan daerah pertanian yang pasti banyak bekicotnya. Bisa dicari di beberapa rumah makan atau di alun-alun. Satu bungkus (sekitar 10 tusuk) Rp 6.000.
2. KOPI BRONTOSENO
Mini kafe yang lumayan eksklusif (di kelas Pare). Ada daerah pertokoan, sebelah kanan sebelum alun-alun.
3. MADU
Di sini banyak peternak madu. Kalau mau cari yang asli, beli di tempat jual madu yang gak pindah-pindah, jadi kalau mau complain gampang.Nggak cuma makanan, minuman menyegarkan juga bisa kamu peroleh di sini seperti susu segar dan es tebu
Susu
Di kota-kota besar, susah loh cari susu murni. Apalagi di Jakarta, mungkin ada, tapi harganya mahal dan ada indikasi
dioplos. Seliter susu murni di Jakarta itu bisa Rp 15 ribu. Susu murni bermerk yang sudah ada di swalayan harganya sekitar Rp 12 ribu seliter.
Di Pare, seliter cuma Rp 8 ribu. Segelas kecil (250 ml) itu Rp 2 ribu dan segelas besar (sekitar 400 ml) harganya Rp 3 ribu.
Jauh lebih murah dan lebih fresh. Dibilang fresh karena diperas sekitar jam 3 pagi, dan sudah stand by dijual sekitar 5.30 pagi. Biasanya jam 9 pagi sudah gak ada lagi.Harga segitu itu sudah susu murni dicampur madu, tentu pakai dicampur madu, tentu pakai gula kalau mau. Banyak penjual yang kadang nambahin pilihan STMJ (Susu Telur Madu Jahe). Kita bisa request supaya susu kita ditambah telur, madu, dan jahe. Yang jelas harganya nambah.Penjual susu murni biasa mangkal di alun-alun, atau yang dekat itu dari Garuda ke timur (arah alun-alun) sekitar 100 meter, ada di sebelah kanan. Nama yang jual Mas Sis. Dia belum kawin dan biasa ngajak ngobrol pakai Bahasa Inggris, walau yang ditanyain ituuuu itu aja, dan walau dia sering gak ngerti jawaban lawannya. Tapi dia tetap ketawa kok, biar disangka ngerti kali ya,
hehe.
Susu kedelai gak kalah ramainya di Pare. Yang ini lebih gampang dicari dan ada sepanjang hari. Di warung-warung makan
juga sering ada. Tapi yang enak itu minum susu kedelai malam-malam. Di sepanjang Jalan Brawijaya atau Jalan Pahlawan banyak yang buka lapak dari sore, jualan susu kedelai (gak jual susu sapi).Es Tebu Jawa Timur itu provinsi produsen
tebu terbesar di Indonesia. Itu kenapa di Pare banyak tukang jualan es tebu. Segelas harganya cuma seribu perak! Ada juga yang nyeleneh jual es tebu bakar, yang ini harganya Rp 1.500.Minuman ini biasanya pagi sama malam susah dicari. Memang enaknya minum es tebu ini siang-siang. Apalagi Pare ini kalau siang panasnya amit-amit.Si penjual es tebu punya mesin giling sendiri. Dia modalnya batangan tebu sama mesin giling tebu. Setelah digiling, airnya diambil terus ditambah es sebelum diminum pengunjung.. Segar dan banyak yang cari. Mau cari es tebu di Pare itu gampang. Hampir di tiap jalan ada yang jual.

TIPS LANGKAH PERTAMA
KETIKA PERTAMA KALI TIBA DI KAMPUNG INGGRIS
1. BOOKING KOSAN DAN kursusan sebelum sampai Pare: baca semua isi majalah ini, buat rencana, pilih kursusan dan kosan,
telepon, lalu transfer.
2. Setelah sampai kosan, langsung cari sepeda! Biar ke mana-mana gampang.
3. Kalau agak lama di Pare (2 bulan lebih), mending beli sepeda (Rp 120.000 – Rp 200.000) daripada nyewa (Rp 50.000 – Rp 80.000 per bulan).
4. Datang lebih awal. Supaya, satu, kenal lingkungan, dua, gak kehabisan kursi di program-program unggulan (kalau belum booking).53 54
5. Hindari peak season: Januari, Juni, dan Juli. Waktu-waktu liburan itu, Pare rame banget. Kelas dan kosan jelas jadi rame, gak sekondusif di luar peak season.
6. Waktu mau deal sewa kos, lihat dulu kamarnya, karena terkadang satu kamar kecil diisi sampai 5 orang.
7. Buat membantu pemahaman, baca bukubuku yang berhubungan. Kalau lagi belajar grammer, baca buku Betty Azhar atau Marcella Frank. Tersebar hampir di semua toko
buku Pare.
TIPS
MAYORITAS PENDAPAT ORANG-ORANG
yang baru ke Pare, makanannya murah banget! Sesama pemilik warung saling bersaing menggaet pengunjung, biasanya yang harganya murah yang menang.Pilihan makanannya banyak. Sepertinya belum pernah ada yang mengeluh kehabisan pilihan makanan, ada juga yang mengeluh gak bisa berenti makan, jadi badannya membuntal. Ibunya tanya, kamu
di Pare belajar Bahasa Inggris apa belajar makan sih?
Ini contoh beberapa harga standar Pare:
1. Nasi pecel = nasi + tempe penyet =Rp 3.000
2. Mie Ayam = Rp 3.500
3. Nasi + sayur + telur = Rp 4.000
4. Nasi + sayur + ayam = Nasi goreng =Rp 5.000
Ini harga yang umum. Kalau mau cari,
katakanlah nasi pecel yang Rp 2.500 ya ada,
yang Rp 4.000 juga ada

  1. Maret 27, 2012 pukul 3:56 pm

    hahaha.. are u still in pare. may I know the owner of this blog?

    Hy i’m in Pare now.. ^_^

    • Maret 28, 2012 pukul 6:18 am

      ehheh aku stay di surabaya ,

      • Maret 29, 2012 pukul 1:10 pm

        ow di surabaya.. ehm.. sayang yah. besok tgl 31 d pare akan ada EARTH HOUR.. rame ne.. kalo mo berpartisipasi yeee

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: