Beranda > Kehidupanku > Torehan kisah anak jalanan

Torehan kisah anak jalanan


Kunjungan saya ke rumah sahabat yang berada di wilayah Jakarta barat,tepatnya di kreo, adalah sebuah perjalanan hidup yang takkan terlupakan dalam memori saya.Kunjungan itu mempunyai nilai tersendiri bagi pengalaman hidupa saya,karena dari situ saya banyak mengambil pelajaran yang sungguh berharga.

Pelajaran yang dapat saya ambil adalah saya jadi mengenal lebih banyak karakter anak2 jalanan,mereka rata2 memiliki jiwa solidaritas yang tinggi,walaupun kepada orang yang baru dikenalnya.Kemudian saya pun menjadi tahu tentang maksud dan arti hidup yang sesungguhnya

The story is begin :

Sesampainya saya kerumah sobat lama saya,maka saya disambut dengan gembira olehnya,karena sudah lama tidak bertemu,kami pun saling bersalaman dan berpelukan,kemudian saya pun di persilahkan masuk kedalam rumahnya,waktu itu dia masih tinggal bersama orangtua nya dan belum menikah.Bertanya tentang pengalaman masing2,apa saja yang di kerjakan belakangan ini,kami pun bercerita masing2 tentang bla..bla..bla.

Setelah ngobrol ngalor-ngidul,teman saya bilang bahwa dia punya teman baru yang asyik orangnya,dia seorang anak jalanan,tetapi rajin ibadah.Mendengar panjang-lebar ceritanya,saya begitu tertarik dan antusias ingin mengenal lebih jauh dengan teman barunya,maka kami pun berangkat ke tempat teman barunya itu,karena waktu itu adalah siang hari,maka saya diajak ke tempat tongkrongan nya,bukan ke kontrakannya,karena teman baru nya adalah pengamen jalanan.

Setelah izin pamit dengan orangtua teman saya,kami pun berangkat ke tempat teman baru nya menggunakan sepeda motor.Ternyata cukup jauh juga tempatnya dari rumah teman saya,hmm..saya dibawah ke arah GOR bulungan dekat Blok-M,dan disitulah kata teman saya dia biasa nongkrong dengan teman2nya.

Sampai di bulungan ternyata tepat waktu ashar,akhirnya kami pun beranjak menuju masjid yang berada di dalam komplek PLN bulungan,saya perhatikan banyak pengamen2 yang melaksanakan sholat di masjid itu.Selesai melaksanakan sholat ashar,maka diadakan ta’lim,ada satu orang yang membacakan buku ta’lim tentang fadhilah sholat (keutamaan2 sholat),teman saya berbisik,itu si mulyadi teman baru ane yang membacakan buku ta’lim tersebut,saya hanya berkata owh..sambil mengangguk kecil.

Selesai ta’lim kami pun saling bersalaman satu sama lain,dan terakhir kami pun bersalaman dengan pembaca ta’lim tadi,yaitu mulyadi.Kenalin mul,temen ane,kata teman saya,mulyadi pun tersenyum dan menjulurkan tangannya kepada saya,kemudian berkata..mulyadi,saya pun membalas..anwar,kita sama2 tersenyum.

Teman saya lalu berkata,ini war penggerak pengamen2 jalanan disekitar sini,namanya mulyadi,saya pun hanya bisa berkata hmm..tapi mulyadi menyahut perkataan teman saya,saya bukan penggerak,tapi hanya mengingatkan dan mengarahkan mereka agar kembali kejalan Alloh,hidup dijalanan sangat keras,tapi kekerasan akan menjadi lembut jika tertanam keimanan yang kuat dalam diri anak2 jalanan,hari ini banyak konotasi miring terhadap anak2 jalanan,khususnya para pengamen,orang2 selalu menganggap bahwa duit yang didapat dari mengamen hanya buat hal2 yang negatif seperti narkoba,judi,dsb.Nah..dengan ditanamkan nilai2 iman kedalam jiwa mereka,maka sekarang prinsip mereka mencari duit dan mendapatkan duit hanya untuk ibadah kepada Alloh Swt,meskipun profesi pengamen ini abu2,antara halal dan haram,tapi karena mereka tidak ada pekerjaan lain atau tidak punya keahlian lain,maka dengan terpaksa pekerjaan ini mereka lakoni,daripada merampok atau mencuri.Begitulah penjelasan mulyadi mengenai pengamen jalanan yang ada di bulungan,saya hanya bias berucap..owh..begitu..sambil menyimak dengan sangat antusias..


Berikut ini saya ulas tentang potret anak2 jalanan di Indonesia :

Pemerintah itu seharusnya memikirkan,bukan malah menghancurkan mereka.Mereka tidak mempunyai rumah,mereka bekerja di jalanan,dan ada 1.7 juta di antaranya berada di jalanan.Inilah kehidupan mereka,satu di antara tujuh anak jalanan memiliki sejarah STD’s (Sexually Transmitted Diseases).Jumlah anak jalanan terus meningkat.Hari2 mereka penuh dengan perjuangan,mereka terus berjuang ketika seseorang ingin memperkosanya,dan mereka harus melawan ketika polisi mencoba mengambilnya.

mereka tidak mendapatkan perawatan medis, uang atau tempat penampungan,malah ditinju atau ditendang oleh polisi dan penjaga keamanan.Telah menjadi aktifitas yang rutin bangun di pagi hari bagi anak2 jalanan.Sebagian besar telah meninggalkan rumah karena penyalahgunaan,banyak orang tua mereka adalah single parent,yang mengharuskan mereka untuk bekerja,supaya meringankan beban orangtua mereka.

12 juta dari mereka hidup di kota, ibukota jakarta yang padat . 5.000 dari mereka mencari nafkah semi-legal dengan menjadi pengamen di bus.

Kategori:Kehidupanku
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: