Catatan Si Radit

Aku Dan Dia

kini aku sedang melingkar di meja nomer delapan di dekat tempat aku biasa nongkrong bareng teman . aku sudah terbiasa menghabiskan waktu luangku disini selepas pulang sekolah hanya untuk sekedar santai atau melepas rasa penat saja . aku bisa menghabiskan waktuku disini hingga berjam-jam lamanya hanya untuk duduk manis dengan ditemani segelas fruit punch ata cappuchino float dan laptop kesayanganku . Aku suka suasananya yang tenang , tempatnya yang teduh dan pegawainya yang ramah . Tak pernah sekalipun aku terpaksa angkat kaki dari cafe ini meski aku berada disini berjam-jam hanay memesan satu gelas minuman saja .
Sore ini , aku menyesap fruit punchku sambil sesekali ,melirik samping kananku . Ya , kini seorang gadis cantik berambut ikal panjang sedang terkekeh pelan karena ulah teman semejaku yang lain sedang mengeluarkan lelucon khasnya . Di meja yang ku tempati kini memang ada aku , gadis cantik itu dan tentunya temanku yang sedang mencoba untuk mengocok perut kami . Aku memilih diam saja menikmati anugerah tuhan yang tengah disuguhkan dihadapnu kini . Sosok gadis itu sungguh tak membuatku ingin berpaling barang sekejap pun untuk sekedar melirik ke arah lain . Tuhan sungguh berbaik hati membagikan sedikit dari kesempurnaanya kepada gadis ini disampingku . Parasnya nan ayu , tutur katanya yang lembut , kecerdasan intelektualnya yang diacungi jempol dan tentunya kebaikan hatinya , membuatnya patut dikatakan makhluk ciptaan tuhan mendekati kata sempurna . Aku suka matanya yang bulat besar , tatapannya yang teduh mampu membuatku masuk kedalam dunianya . Pipinya yang putih mulus dan sedikit chubby selalu membuaiku untuk tak segan mencubitnya . Hidungnya yang tergolong sedikit mancung sukses membuatku ingin menyentil hidungnya . Senyumnya yang manis dan gelak tawanya yang renyah bisa menjadi obat mujarab penyembuh obat rinduku padanya . Gadis itu memang menakjubkan .
Pikiranku kembali jauh menerawang , mataku liar berkelana menghitung derap langkah awan yang berarak ringan diatas biru langit . Seketika rasa sesak menyelimuti dadaku . Nafas ku tercekat . Ku dekatkan bibirku ke arah sedotan fruit punch ku . Ku sesap dan ku kecap rasanya dengan pasti agar sejenak rasa sesak yang menyeruak dalam diriku sedikit menjauh . Nmun semuanya nihil . Rasa sesak itu masih saja asik menggelayutiku . Ya , memikirkan gadis itu selalu membuatku menggalau seperti ini . Kulirik dia dengan ekor mataku , dia nampak berbincang serius dengan Beben – teman semejaku yang mencoba mengocok perut kami tadi dengan buaian omong kosongnya . Aku tak tahu pasti apa yang mereka bicarakan karena sedari tadi aku hanya menadang lurus ke depan tanpa menghiraukan apa yang sedang mereka bicarakan . Namun yang aku dengar sepintas , tampaknya mereka sedang membicarakan masalah thesis tugas makalah gadis itu .
“Bantuin aku dong yo” Guru pengajarnya itu judes banget . Ngebetein lagi ! . “ Rajuk gadis itu dengan manja .
Iya Shilla sayang . “ jawab Beben dengan mengacak-acak halus rambut gadis itu.
Adegan seperti tadi memang sering mereka pertontonkan setiap hari selebih dihadapanku . Sikap manja Shilla memang selalu dimbangi dengan kedewasaan Beben . Orang-oramg bilang mereka adalah pasangan serasi . Beben tampan dan Shilla cantik . Aku setuju dengan opini orang-orang tersebut . Namun tanpa siapapun saadari terkecuali Tuhan , aku menyimpan rasa cemburu melihat mereka bersama . Ada letupan-letupan kemarah setiap kali Shilla dengan senangnya menerima perlakuan hangat dari Beben . Kedekatan serta kemesraan mereka berdua selalu berhasil menyayat hatiku dengan sempurna . Rasa kesal , sesak serta tak rela selalu menjadi momok bagi diriku sendiri . ingi sekali ku enyahkan saja Beben dari muka bumi ini agar mereka tak dekat seperti ini . Namun semuanya percuma karena aku tak mau rasa egoisku menjadi raja segalanya .
Harus kuakui aku memang menyimpan secuil rasa untuk gadis itu . Bukan hanya secuil saja , mungkin sudah menggunung rasaku ini untuknya . Aku mencintainya . Aku menyayanginya . Gadis itu Ashilla Zahrantiara
Namun malangnya dia tak dapat ku genggam seperti Beben mengengamnya . Dia tak dapat ku miliki seperti Beben memilikinya . Dia tak dapat ku raih meski aku telah berjuang menampakkan diri bahwa ku punya cinta yang lebih . Cintaku pupus bukan karena aku pengecut untuk mengutarakannya atau bukan juga karena telah ada Beben sebagai seseorang yang menempati tahta tertinggi di hati Shilla . Aku hanya memikirkan apa yang aku terima ketika aku berikrar dengan pasti bahwa aku mecintai shilla . Cinta yanga aku kecap meungkin tak diridhoi tuhan , tak direstui keluarga dan ditentang oleh semunya . Aku berkorbankan atas rasaku sendiri . Mencoba manahan semua hasrat yang mucul ketika berada didekatnya . Seringkali hatiku porak poranda menjadi berkeping-keping dan ku satuka kembali kembali kepingan hatiku agar tetap menjadi utuh untuk Shilla . Yang tahu hanya diriku , ketika aku harus melawan pergolakan batin yang luar biasa . Keegoisan untuk memilikinya atau mengalah mundur teratur dari rasa ini . Andai memudarkan rasa ini semudah aku menghirup udara , maka sudah sedari dulu aku melakukannya . Jangan sangka , aku tak pernah mencoba . Aku selalu mencoba namun saja gagal dan gagal .
Dit … Didit , lihat deh anak kecil itu yang lagi minum jus , kayak kita dulu ya ? inget ngga kamu ? Tanya Shilla sambil menggoyang-nggoyangkan pergelangan tanganku.
“ Iya kak . Aku masih ingat kok “ Jawabku dengan menyungginkan sedikit senyumku .
‘ Aku tak pernah lupa akan kenangan kita Shil barang secuil saja aku masih ingat semuanya .” Batinku miris .
“ Ih aku maunya jus rasa melon . Aku pesan yang itu !’ Rengek bocah cantik sekitar umur lima tahun dengan rambut dikuncir dikuda .
“ Hahaha . Ngga bisa ini punya aku . Kamu minum jus mangga aja , “ Nampak seorang bocah .” Nampak seorang bocah laki-laki tengah meneguk cairan hijau dalam gelas ukuran jumbo .
“ Kamu mau coba ?” Angguk bocah cantik itu .
“ Sedikit aja ya ?”
Kami memang sedang melihat adegan manis dari seorang bocah cantik dengan rambut dikuncir kuda sedang berebut minuman dengann seorang bocah laki-laki yang tengah memeluk erat gelas berukuran jumbo yang berisi cairan berwarna hijau di sudut cafe itu .
“Jadi waktu kecil kalian udah akur kayak begitu ? Sela Beben sambil menggeleng-gelengkan kepala .
“ Aku aja dari orok tiap hari berantem mulu tuh sama adikku . Jarang banget tuh ada adegan manis kayak begitu itu.”
Sambungnya sambil menunjuk ke araha yang sedang kami bicarakan .
“Hahaha. Aku sama Didit kan saling sayang dari dulu makanya akur . Week . “ Cemooh Shilla sambil memeletkan lidah kearah sang pujaan hati .
Aku menghela nafas panjang . Perasaanku terkoyak dahsyat . Andai yang dikatakan Shilla adalah sayang seperti apa yang dirasakannya terhadap Beben . Andai Shilla tahu bahwa aku memendam rasa lebih dari yang ia bayangkan sejak lama . Andai Shilla tahu ada jantungku berdugup hebat saat aku didekatnya . Andai saja Shilla tahu ada rasa canggung saat aku menatap manik matanya . Andai Shilla tahu betapa kerasnya aku bertahan dalam rasa ini tanpa tergerus zaman . Andai Shilla tahu bahwa aku berkorban untuknya hanya untuk melihatnya bahagia meski bersama Beben . Dan andai Shilla tahu semuanya .
Jika aku boleh memilih , aku akan mencintai Shilla namun bukan sebagai akau yang seperti ini . Aku ingin terlahir seperti mereka diluar sana yang bisa bebas memilih Shilla sebagai cintanya . Aku ingin bebas sesuka hati mengutarakan apa yang aku mau dana pa yang aku rasa untuk Shilla . Namun Tuhan tak mengiyakannya . Tuhan memberiku nikmat dalam sebuah ujian dengan memberiku sebuah pilihan untuk mencintai Shilla .
Pernahkah kalian membayangkan menjadi diriku ? Bertahan ribuan hari dengan perasaan yang salah seperti ini ,terlebih pada kakak kakakmu sendiri ? Sungguh sakitnya luar biasa . Aku harap tidak ada yang mengalaminya selain diriku sendiri . Hanya aku dan cukup aku saja .

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: