Tour & Travel

Info buat yang mau ke Vietnam (Lonelyplanet inside)

Kita berangkat dari Jakarta dengan menggunakan penerbangan air asia pukul 16.35 dan sampai disana pada pukul 19.40

Bandara keberangkatan dan kedatangan

Karena mengira air asia pindah ke terminal baru, kami sempat salah terminal, ternyata terminal yang baru itu untuk penerbangan domestic wakakakkaa malah ud photo2, bikin malu. Akhirnya kami naik free of charge shuttle bus ke terminal dua yaitu terminal internasional bandara soekarno hatta.

Setelah check in kami mengurus free fiscal terlebih dahulu, gampang koq cukup tunjukin passport, boarding pass dan NPWP tentunya, ga ada 5 menit selesai. Setelah itu langsung mengurus free fiscal. Posisinya tempat ngurus free fiscal ada disebelah bank mandiri dekat dengan tax duty.

Udah bukan rahasia lagi buat kita-kita yang punya NPWP dapet bebas fiskal. Ketentuan free fiskal tidak harus punya NPWP cthnya anak dibawah umur produktif kerja yaitu dibawah 21 tahun bebas fiskal, lalu orang tua yang sudah tidak produktif kerja juga bebas fiskal, tapi musti menunjukan KK dan NPWP anak. Kalo di KK agan, orang tua dah ga dicantumin (orang ud nikah) musti nunjukin surat menanggung orang tua, jadi anaknya yang punya NPWP dan menanggung orang tua, musti bikin surat menanggung orang tua.. bisa diurus dikantor pajak biar dapet SK menanggung orang tua. ya masih ribet tapi mudah-mudahan tahun 2011 terealisasi full bebas fiskal jadi ga perlu pake syarat2 diatas..

Setelah mengurus fiscal kami langsung menuju imigrasi yang engga banyak tanya dan cukup ramah.

Airport Tan Son Nhat merupakan bandara internasional terbesar di Vietnam. Ada dua terminal disini yaitu terminal internasional yang baru saja diperbaharui dan mulai menerima penerbangan internasional sejak September 2007 kemudian terminal lama yang sekarang disediakan untuk penerbangan domestic. Airportnya tidak besar, sedikit sekali toko2 yang menjual tax duty free tapi cukup modern dan nyaman. Imigrasi disini cukup ketat, muka petugas-petugas imigrasinya tidak ramah dan seperti mau membunuh orang, jutek dan ga ada senyum2nya sedikitpun tapi bener kata pepatah don’t judge a book from the cover, jangan menghakimi buku dengan koper hehe begitu selesai saya tersenyum dan mengatakan “kam eun” (terima kasih dalam vietnam) mereka tersenyum dan mengatakan sesuatu dalam bahasa vietnam yang saya tidak mengerti artinya, kayaknya sih have a nice stay hahahaha..

Hari pertama
Kendaraan
Dari bandara, ada dua alternative kendaraan yang bisa dipilih, dengan menggunakan bus dan taxi. Klo mau naik bus pasti lebih murah, Cuma 3000 dong dan bisa turun di Pham ngu lau area (backpacker area disctric 1) atau di terminal bus di ben thanh market. Bus nya ngetem di terminal domestic, dari pintu keluar belok kanan sekitar 5 menitan lah. Sepanjang jalan tuh kang taksi agresif banget, klo kita bil mau naik bus semua bilang udah ga ada lah, lama nunggunya lah. Cuekin aja lah hahaha..

Sebenarnya kita tinggal ga jauh dari pham ngu lau area. Kita tinggal di Bui vien yang Cuma berjarak 100 meter dari pham ngu lau, Cuma karena kita ga tau hotelnya dimana dan ogah nenteng2 tas gaban malem2 (alasan keamanan juga) jadi kita milih naik taksi.

Tukang taksi disini mirip2 lah sama taksi di indo. Agresif banget dan tukang tepu, markup2 in harga seenaknya dan ga mau pake argo. Tapi tenang, klo kita punya taksi blue bird dan taksi express yang sudah terkenal kredibilitasnya, klo disana ada taksi vinasun dan Mai linh. Klo mau pake tuh taksi, begitu keluar bandara ada taksi queue buat taksi vinasun dan mai linh. Klo mai linh itu yang pake kemeja hijau dan dasi hijau, klo vinasun itu kemeja hijau gelap dan dasi maroon. Dua-duanya bagus tapi klo ga mau repot nyari diluar, ada sih taxi lain yang menyediakan kupon taxi harga fixed jadi ga usah takut di tipu ma tukang taksi yang ngajak2 muter. Harganya juga ga beda jauh koq, Cuma 8 dollar, klo pake taksi yang lain sekitar 8-10 dollar (ke daerah district 1). Klo mau pake kupon taksi, mereka ada di satu tempat dengan money changer, rate dibandara waktu itu sekitar 17600 kalo di luar bandara 18000an. tapi karena kita belum punya mata uang vietnam yaitu “dong” Kita tukar dibandara sebesar 30 dollar.

Semua buku atau info website mengatakan hal yang buruk tentang taksi di vietnam, ada benarnya ada tidaknya. Banyak yang bilang selalu gunakan taksi argo tapi setelah saya coba2, taksi yang ga argo ga nipu2 amat koq. Tergantung negosiasi, yang ketipu itu karena ga mau negosiasi aja. Saya menilai mereka menaikan 30-35% dari harga dengan menggunakan argo. Jadi tawar aja kayak naek bajaj. Saya punya pengalaman dari 120rb saya tawar jadi 80rb, mau. padahal sebelumnya dengan rute yang sama naek argo 90rb lebih hahahaha.. Cuma kalo mau aman ya cari yang argo aja. Start argo itu dimulai dari 12000 selanjutnya 6000/km dan 4000 per berapa menit saya ga memperhatikan. Oh iya taksi disini pake mobil keluarga kayak inova gt lho, ada juga yang sedan tapi ga banyak.

Hotel
Kami menginap di district 1 kawasan backpacker bui vien. Kawasan backpacker dibagi menjadi 3 yaitu pham ngu lau, bui vien dan de tham. Pham ngu lau rame banget jam 12 aja masih banyak aktivitas, sedangkan bui vien dan de tham lebih tenang. Hotel kita namanya Saigon mini hotel 5, letaknya persis bersebrangan dengan Circle K. Hotel ini merupakan salah satu hotel yang terfavorit dan direkomendasikan oleh tips advisory. Harganya juga murah, Cuma 24 dollar untuk 2 orang permalam, dapet kamar double king bed, AC, TV Kabel, free internet di lobby, kamar mandi yang bersih, lemari besi dan dapet makan pagi (waitressnya cakep lho) orang2nya juga ramah banget dan helpful. Sayang kita musti pindah dihari ketiga lantaran teman kami akan datang tapi sudah tidak ada kamar triple lagi dan kami tidak diperkenankan untuk tinggal bertiga dikamar double bed.

Hotel kami yang baru itu namanya Viet nghe ada kisah lucu berkaitan dengan nama hotel ini tapi nanti akan kita ceritakan di bab selanjutnya. Hotel ini letaknya bersebelahan dengan Saigon mini hotel 5 dan ga kalah bagus dengan Saigon mini hotel. Kami dapat kamar yang cukup luas, lebih luas dari hotel yang dulu. Tempat tidur yang lebih besar, kamar mandi yang lebih besar, pokoknya lebih nyaman. Harga kamar double bed 30 dollar sudah termasuk air minum, kamar AC, Free wifi, kamar mandi modern, TV kabel, tapi tidak dapat makan pagi. Staffnya super ramah khususnya Bell boy, orangnya inisiatif banget dan rajin. Receptionistnya sangat help full dan bahasa inggrisnya bagus. Housekeeping nya juga rajin, semua barang2 kami yang berantakan berada ditempat yang benar bahkan kaos kaki pun di rapihkan. Luar biasa deh pelayanannya, recommended banget.

First day we arrived

Begitu sampai di hotel kami langsung mencari tempat makan. Pilihan jatuh pada restaurant yang ga ada namanya, warna temboknya hijau dan mirip dengan tempat makan di pontianak. Cukup luas dan banyak tourist juga yang makan disini. Buka pukul 9 pagi tutup pukul 9 malam Jarak dari hotel ga lebih dari 50 meter. system makannya sama kayak makan padang pilih trus nanti dianter. Cuma bahasa inggrisnya parah banget, mereka ga ngerti bahasa inggris. Jadi mau ga mau pake bahasa tarsan, tunjuk sana, tunjuk sini, bayar musti pake kalkulator, ada orang bule bilang karyawannya mang ga ngerti tapi yang punya ngerti Cuma lagi ga ada. Mau pesen teh anget aja setengah mati. Mereka Cuma tau ice tea, klo hot tea mereka ga tau, tea no ice mereka bingung, tea aja lebih pusing. Akhirnya pasrah ya ud d ice tea aja d wakakakaka.. Hampir semua restaurant divietnam jarang banget ada tissue adanya handuk basah jadi bagi yang lagi ingusan, jgn lupa bawa tissue. Makanannya ada sapi, babi kangkung sayur labu, ayam ya mirip lah dengan indo bedanya disana minim rempah2, klo ga di kecap, di kuah, ga nemu santen di vietnam hehe. Tapi tetep enak koq, kalian yang orang indo pasti suka d.

Setelah makan kami mengelilingi daerah backpacker ini dengan jalan kaki. Benar-benar ramai dan banyak sekali turis asing namun terlihat berbaur, dominan lampu menyala, penuh namun sejuk seperti daerah puncak sana. Kiri kanan semuanya tempat jualan, berbentuk ruko bertingkat dan diberdayakan dengan baik, bahkan depan ruko juga bisa dijadikan tempat makan. Kabel-kabel semerawut kayak jaring laba-laba, penuh sekali.

Kalo pernah ke singapura daerah ini mirip little india, benar-benar kawasan backpacker yang kental dan yang lebih menarik lagi adalah pemandangan cewek-cewek vietnam – ga ada yang gemuk. Semua kurus tapi berisi dan putih-putih bersih. Bahkan kami bertekad kalo nemu yang gemuk mau ngajak photo hahaha…rahasia mengapa badan mereka jarang ada yang gemuk akan dibahas di chapter berikutnya. perempuan vietnam sangat rajin, sampai tengah malam pun kami melihat masih banyak yang bekerja. Entah jualan cumi kering, jaga toko, waiter, bahkan penyapu jalanan. Luar biasa d. namun entah mengapa fashion gadis-gadis di vietnam cenderung menonjolkan bentuk payudaranya jadi sempit didaerah dada gt. Itu mungkin mengapa orang vietnam bangga dengan perempuannya. Selain pekerja keras, mereka juga seksi-seksi hahahaha.. karena muka kami muka asia, kami cukup nyaman berbaur disini serasa pulang kampong di singkawang Kalimantan barat sana. Kami sering melihat sepeda yang berkeliling dengan membawa dan membunyikan krecekan yang sering dipake pengamen (dibuat dari tutup botol yang di gepeng). Kami kira semua sepeda di vietnam tidak ada bel, makanya mereka menggunakan alat itu sebagai pengganti klakson, Eh ternyata… itu adalah pialang atau broker tapi bukan broker asuransi apalagi saham, mereka broker perempuan malam wakakakakakaaaa.. begitu ditawarin sempet shok tapi penasaran juga c dikiiiit hahahahaa… setelah selesai berkeliling kami mampir terlebih ke circle K untuk membeli air putih dan cemilan. Kami langsung tidur? Jelas tidak.. terlalu exited sampai tidak bisa tidur, terlalu menarik untuk di tinggal tidur. Kami merencanakan bgm esok dan mulai mencari hotel baru, berjalan menyusuri hotel demi hotel berharap ada yang kosong untuk 3 orang. Karena internet di hotel gratis, kami mencari juga di internet dan akhirnya pilihan jatuh pada hotel sebelah kemudian kami baru tidur sekitar pukul 2 pagi hueee..

Hari kedua
Around Ho chi minh on foot.. Could We??????
Tidak banyak yang tau kalo ho chi minh sudah bukan ibu kota negara vietnam, ibu kota negara vietnam sekarang hanoi semejak vietnam selatan kalah sama vietnam utara pada waktu perang saudara. Karena pernah menjadi ibu kota, jelas kota ini lebih rapih tatanannya dibanding hanoi yang baru aja jadi ibu kota. Perkembangan kota ini cepat sekali, bahkan info2 yang saya dapat dari blog mengenai vietnam hampir semuanya tidak berlaku khususnya mengenai kebudayaan. Jadi jangan heran kalo nanti tahun depan kalian pergi lagi ke vietnam sudah banyak berubah. Pada waktu kami datang, ho chi minh jauh lebih beradab dan tidak seseram info2 yang kami dapat sebelumnya. Tatanan kota hochiminh lebih rapih dari indonesia, objek point of interest saling berdekatan dan berkumpul pada satu area, yaitu area district 1. bahkan tempat yang berada diluar distrik 1 tempatnya tidak jauh dari distrik 1. Horrayy.. kami tinggal di distrik 1 jadi……….

Rasanya menyenangkan bahwa kita bangun di kota yang berbeda, udara yang berbeda, orang2 yang berbeda, suasana yang berbeda dan mengingat2 bahwa kita sedang liburan, sedikit takut namun exited, satu2nya yang paling membuat suasana tersebut rusak adalah karena ketika bangun disebelah saya laki2 wakakakaka…

Bangun pagi pukul 7, mandi lalu segera sarapan dilantai paling atas, hmm hebat juga yah, makan pagi lantai paling atas sehingga bisa liat pemandangan sekitar dan jeng jeng… waitresnya cakeppp..terdiam……………………………………………(nyari tisu, buat lap mimisan) hahahhaa…
Harga hostel kami sudah termasuk makan pagi, makanannya tidak terlalu variatif dan semi western, bread bread bread bread.. yup roti…. Hehehe.. tapi untung ada mie namanya Pho.. artinya mie. Karena belum nyobain mie vietnam yang katanya enak, ya sudah kami pesan Pho bo. Artinya mie sapi. Rasanya?? Enakan mie indo hahahaha.. maklum seperti yang pernah di ceritain di email sebelumnya, makanan vietnam minim bumbu dan kuah yang di pakai bukan kuah abis rebusan mie kayak kalo kita makan mi instan.

Backpacker district dari atap hotel

Dari awal memang kami memutuskan untuk jalan kaki.. kenapa? Karena sebelumnya kami melihat google earth dan mengukur jarak dari tempat wisata satu ketempat wisata lainnya.. jaraknya kurang dari 2 km. jalanan di pham ngu lau (backpacker distrik) baik malem ataupun pagi rame and oh wait2.. ini kabel ato sarang laba2?? rame benerrr.. hahaha..

Kabel semeraut di pham ngu lau

Kami berdua membawa peta dan setiap intersection kami pasti membuka peta, aneh?? Engga tuh, karena hampir semua backpack melakukan itu, yang bikin kita aneh karena peta kami lumayan gede, jadi kalo buka peta heboh banget hahahaha… (dapetnya begitu) oh iya peta dibagikan di bandara jadi ga usah beli peta. Yang keren, untuk distrik 1 petanya ini sudah 3D jadi bisa di hitung blok keberapa, nyebrang berapa kali, anti nyasar d pokoknya. Kalo sial pas dibandara tidak ada yang bagiin jgn sungkan minta sama money changer disana. Kalo apes tidak sempet minta jgn khawatir, hampir semua hotel sediain juga, Cuma tidak sebagus yang dari bandara tapi lebih lengkap dan lebih tidak malu2in (kecil).

Kami menyusuri sebuah taman yang namanya cong vien, disini kalo malem ramenya minta ampun, kalo pagi banyak yang lari pagi, kayak taman joging gading tapi lebih besar, kira2 kalo lari muterin tuh taman ada 1,5 km. tempat pertama yang kami jadikan objek photo adalah patung kuda yang namanya tran nguyen han. Letaknya disebrang taman ini. Tempat ini persis mirip bunderan patung pak tani, ramenya kendaraan yang lalu lalang juga mirip2 banyaknya Cuma ganti mobil2nya dengan sepeda motor, buset dah… dah kayak belalang bubaran. Nyebrang kebundaran ini penuh perjuangan. Yang belum bisa nyebrang musti pake tehnik orang buta. Nyebrang aja pura2 gak liat motor jalan terus perlahan tapi pasti, tidak boleh ngerem, sekali ngerem bisa diem terus, musti jalan terus d pokoknya hahahaha.. serem banget. Tapi lama2 pasti terbiasa. Nah setelah bermain sedikit dengan adrenalin kami pun photo2, maluuuuuu banget rasanya. Silahkan bayangin bagaimana rasanya photo2 dipatung pak tani wakakakaka.. NORAK!! Malah kita Cuma berdua ditemenin ma nenek2 penjaga bunderan, diliatin ma warga sono. Malu……

Diseberang bunderan ini sudah ada salah satu tempat wisata yang direkomendasi yaitu Ben Thanh Market.
Ben Thanh Market atau dalam bahasa Vietnam disebut Cho Ben Thanh, adalah magnet buat setiap pengunjung yang datang ke Ho Chi Minh City. Sebenarnya pasar ini adalah pasar sederhana, pasar yang tidak jauh beda dengan pasar Beringharjo di Jogja. Tapi pemerintah vietnam mengemas pasar ini sedemikian rupa sehingga pasar ini menjadi salah satu “must visit” list di Vietnam. Kalau siang hari pasar ini memusatkan kegiatannya di dalam pasar, mulai dari pedagang souvenir, pakaian, kopi, buah, sampe 50 counter makanan yang melegenda (Anthony Bourdain pernah nongkrong di sini lho).

Saat malam hari aktifitas pasar akan bergeser ke luar. Di kedua sisi pasar benh thanh akan dipenuhi dengan pedagang makanan, umumnya pedagang seafood, sedang di sisi seberangnya akan penuh dengan pedagang pakaian dan souvenir. Saya pribadi lebih suka pasar malamnya dibandingkan dengan pasar siangnya, menurut saya terasa lebih lega tidak terlalu padat seperti pasar siang … asal lagi gak hujan hehehe..

Cho Ben than

Kami tidak langsung mengunjungi pasar ini, karena kami berencana ketempat ini pada hari terakhir untuk pasar siang dan hari ketiga untuk pasar malam. Tempat tujuan kami adalah 2 blok dibelakang pasar ini yaitu Reunification Palace yang sering disebut juga sebagai Independence Palace.

Reunification palace

Ternyata untuk masuk ke gedung ini ada jadwalnya yaitu pada pukul 7.30 sampai 11.00 dan pukul 13.00 sampai dengan pukul 17.00. jika tidak tidak akan boleh masuk. kami langsung menuju loket pembelian tiket. Kami harus membayar 15.000 VND/orang. Sebuah buku panduan tentang sejarah Reunification Palace dapat dibeli seharga 5000VND. Penjagaan cukup ketat dilakukan di pintu masuk. Seperti di bandara saja, kami diharuskan men-scan tas kami dan kami harus melewati alat pendeteksi bom.
Pelataran yang luas dengan air mancur ditengahnya menjadi pemandangan pertama. Pohon2 pun banyak. Mirip Kebun Raya Bogor dalam ukuran yang lebih kecil yaitu 12 HA. Sebelum masuk kegedung kami melihat2 sekitar taman, disana kami menemukan 2 buah tank dan sebuah pesawat tempur.

Tampak sisa-sisa kegagahan dari kendaraan ini. Kami juga menemukan 2 buah lapangan tenis diarea Reunification Palace ini. Ada pula guest house yang kami temukan disini. Setelah puas keliling kami masuk kedalam gedung Reunification.

Di pintu masuk, kami disambut oleh seorang sebagai resepsionis. Mereka menanyakan darimana asal kami dan menawarkan jasa guide. Kami tak yakin dengan berapa yang harus kami bayar untuk jasa guide ini, jadi kami memilih untuk berputar2 sendiri . Beberapa guide yang kami temui ada yg berbahasa Perancis, Jepang, dan tentu saja Inggris. Ya sempet photo2 juga ma reseptionistnya, hehehe
Di dalam ruangan ini, kami menjumpai ruangan2 dimana rapat kabinet berlangsung dan masih digunakan sampai sekarang. Ada pula souvenir shop di lantai 3. Di lantai paling atas terdapat semacam ruangan tanpa sekat, sepertinya tempat istirahat. Dan sebuah Helikopter jaman perang tampak dari lantai paling atas. Tapi sayangnya, kami tidak bisa mendekat karena berada di atap gedung yang berbeda.

Setelah puas mengelilingi Runification palace kami pun melanjutkan perjalanan kami, namun cuaca memang aneh, sejak dari tadi pagi panas dan cerah bahkan kami bisa melihat bayangan awan yang bergerak. Namun pada saat kami keluar dari sana angin tiba2 bertiup kencang, Awan pun bergerak dengan cepat dan udara menjadi sejuk. Wah dapet berkat nih, jadi sejuk..

tempat selanjutnya adalah notredamn cathedral sebuah gereja besar dari jaman penjajahan perancis, posisinya tepat diseberang reunification palace hanya disekat oleh taman sepanjang 400 meter. Namun belum sampai disana Zederrr… gluduk gluduk.. sial langsung ujan ga bilang2 cepet banget ujannya, tandanya Cuma angin kencang huhuhu… kontan bubar itu satu taman pada lari kayak ada kerusuhan.. nih taman ga ada tempat berteduhnya, jadi mau ga mau lari ke sisi kanan atau kiri taman yang merupakan ruko2 dan café, kami akhirnya berhenti di toko roti, pengen masuk, ga beli ga enak, ya sudah berteduh aja diluar. Dingin brrrrr.. Suasana yang menarik melihat orang2 berhenti terus pake jas hujan, jas hujannya tipis2 dan kecil2, ga ngefek kayaknya kalo ujan angin gitu.. mau beli jas ujan ragu2.. apalagi ada pepatah easy come easy go.. hahaha.. bentar juga berenti. Benar d, 20 menit kemudian berhenti tuh ujan. Akhirnya, lanjut!!

Lanjutan Hari kedua
Greja di HCM

Tuh gerejanya keren banget kan, ngapain aja disini? Ga ngapa2in selain photo2, mau masuk gerejanya eh lagi ada misa orang nikah. Jadi Cuma liat2 dari luar en asli gede banget dalemnya interiornya juga bagus. Tapi tidak sebesar punya kita yang di lapangan banteng situ hehehe.. tapi sebelum pergi dari sini kami kepikiran naik becak keliling2 sini aja. Nawar dikit, asoy anek becak 15rb dong (kemahalan sih tapi ya uda lah) hahaha

ok buka peta…. Teng.. Dari sini tempat terdekat adalah Diamond plaza dan Post office. Letaknya kalo diamond plaza dibelakang notredamn, kalo post office di sebrang notredamn. Karena hari sudah siang dan saatnya makan siang kami pun memilih untuk mengunjungi diamond plaza.. Diamond plaza ini dari luar gede banget dan tinggi ehhhh ternyata Cuma 4 lantai sisanya itu office hehe.. pernah ke golden truly? Nah kayak gt d persis, hehe.. setelah keliling2 akhirnya kami memutuskan untuk makan KFC, jauh2 koq makan KFC. Hahaha.. KFC disini dikasih pasta gt jadi beda dikit ma indo sisanya sama aja termasuk harganya kalo dirupiahin ya segitu juga. KFC tempatnya luas deh, tapi didominasi anak sekolahan. Ada juga cewek2 puber yang pakaiannya kalo bukan bolong belakang, bolong depan setengah.

Di KFC

Sesudah kenyang makan akhirnya kami pun menuju botanical garden, hah nyesel jalan jauh2 kesini, ga ada apa2, kebun binatangnya kecil dan binatangnya dikit hahaha.. ga sempe 15 menit kami sudah keluar lagi dan langsung menuju Post office. Dari sini ke post office jauh boo, pegel…

Post office

Pernah poto2 di kantor pos?? hahahaha.. rasanya konyol banget d tapi begitu masuk kedalam, benar2 objek photo yang bagus. Ini tempat bersejarah yang dijadikan kantor pos. bagus dan eksotis.. interiornya masih bangunan perancis kuno mirip gereja dan ada gambar negara vietnam jaman dulu termasuk photo ho chi minh.. bagi yang belum tau, ho chi minh ini adalah revolusioner yang sangat dihormati oleh warga vietnam yang telah mengakhiri perang dan menyatukan vietnam. Luar biasa dihormati, bukan hanya photo dan patungnya yang ada dimana2 bahkan namanya pun menjadi pengganti ibukota vietnam selatan yang dulunya adalah saigon. Banyak banget turis disini, ada orang jepang, australia, dan kanada. Ada juga orang surabaya hehehe… bis beli2 sedikit souvernir dan photo2… trus lanjut ke Opera house

Kalo kalian suka dengan acara kesenian ga ada salahnya mengunjungi tempat ini, tapi karena kita tidak suka ya Cuma photo2 d. lagian tutup jadi kalo mau pun tidak bisa nonton. Gedung ini keren banget dengan gaya klasik dan ukirannya cocok buat photo pre-wed hehe..

Nah sini yang menarik, begitu melihat keseberang heh… ada louis vuitton.. setelah menuelusuri jalan ini, ternyata jalanan ini mirip orchad, tempat belanja dan cafe2… area ini namanya dong khoi sering disebut juga sebagai eden square hooo hahaha… Tempat ini sangat modern, luar negeri beneran kalo yang ini hehe karena bangunannya mirip bangunan2 di perancis, mirip orchad road gt d.

Dong khoi

Ga banyak yang bisa diceritakan setelah ini, Cuma photo2 aja di gedung2 tinggi dan saya rasanya masih sungkan dan malu2 kalo mau photo. Bagaimana coba rasanya photo di depan gedung kantoran?? Hahaha norak banget rasanya kayak belum pernah liat gedung.
Total jarak tempuh pulang pergi 15 km CAPEEEKKK…………
Kalau kalian merasa tidak sanggup bisa naik city tour yang akan berhenti selama 15 s/d 30 menit ditempat wisata harganya 7-12 US dollar…

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: