Realitas Duniaku

save street child surabaya 

Tidakkah kalian menyadari kawan disekeliling lingkungan kita ? banyak sekali dijumpai saudara kita anak-anak jalanan kurang mampu bertebaran di jalanan , mencari penghasilan demi membantu meringankan beban orang tua mereka , apapun mereka akan lakukan supaya hari ini perut terisi , dimulai dari kerja sebagai loper koran , pengamen bus kota , pengemis jalanan , pembersih kaca lampu merah , tukang semir sepatu dan masih banyak lain yang tidak bisa disebutkan . tidak ada penyesalan  terlihat dari raut wajah setiap anak-anak kurang beruntung itu bila kuperhatikan seksama , hanya canda tawa  mewarnai wajah lucu mereka , selalu perasaan bahagia menyelimuti di benak hati mereka , meskipun kekurangan dalam segi finansial keuangan , mereka tidak lupa , darimana mereka berasal ? saya pribadi sungguh salut pada mereka , disamping berprofesi sebagai pengamen , peminta uang tetapi mereka mandiri dalam mengerjakan sesuatu hal , misal cari makan , kalau kita tengok kembali dikehidupan kita yang serba berkecukupan , urusan makan saja kita tinggal mengambil apa yang sudah disediakan oleh rumah kita , sedangakn mereka saudara kita perlu melangkahkan kaki bekerja untuk soal makan , bayangkan untuk makan besok saja mereka berfikir keras bagaimana carannya mendapatkan duit yang kian sulit didapat , bukannya membandingkan antara si kaya dan si miskin , tidak bukan seperti itu maksud saya ? ini lah sesungguhnya realitas yang terjadi di lingkungan tak jauh dari kita .

Menyoal permasalahan anak jalanan tidak lepas dari deretan kemiskinan dan berbagai permasalahan sosial melanda , hampir di setiap kota besar seperti di kota surabaya tercinta ini banyak sekali bermunculan rumah  semi permanen yang bisa dikategorikan tak layak huni di pinggiran stren kali jembatan merah contohnya , kemudian pemukiman kumuh makam rangkah wilayah surabaya utara .pemerintahpun tidak tinggal diam menyikapi masalah ini ? pemerintah acap kali melakukan tindakan penertiban bagi barangsiapa yang mendirikan rumah illegal tidak dilengkapi surat ijin mendirikan bangunan rumah . bahkan anak jalanan pun tak ayal sering tergaruk oleh Satpol PP (Pamong Praja) dengan dalih untuk memperindah tatanan kota . banyak diantaranya yang merasa trauma karena perlakuan buruk dari ulah tindakan Satpol PP yang betindak represif terhadap anak jalanan tersebut , itu seklumit kisah pembahasan mengenai mereka , saya tidak akan berlama-lama mengulas mereka lebih jauh . tentunya saya punya cerita lain .

Nah setelah kita mengetahui bersama kehidupan mereka itu seperti apa ? saya akan mengajak kalian kawan mengunjungi komunitas kami ? apai itu dit ? oke baik saya akan jelaskan disini , komunitas ini berkecimpung tak jauh dari anak jalanan , apakah kalian semua sudah tahu !! ya . Save Street Child Surabaya adalah sutu bentuk komunitas peduli akan keberadaan anak jalanan ditengah derasnya arus urban di kota surabaya .tidak hanya itu SSCS ini adalah gerakan komunitas yang berawal dari ide sederhana untuk mengaktualisasikan kepedulian menjadi tindakan, dan tidak rumit. Sehingga tindak nyata benar-benar terwujud tanpa melalui birokrasi dan manipulasi semangat perjuangan awal.

                           Foto diatas memperlihatkan kegiatan belajar di makam rangkah kenjeran surabaya bersama kakak-kakak SSCS

 

                                                 Foto : Adik-adik jalanan sangat bersemangat belajar meskipun dalam keterbatasan

Foto belajar tidak mengenal tempat

Foto siapa yang berani maju kedepan hayo !!

Foto kegiatan mengajar berhitung

Foto : belajar disamping perkuburan tidak menyurutkan nyali semangat menggapai cita-cita

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: